Pusaka keris dhapur Brojol
Pamor Putri Kinurung pada sor-soran;
wilah atas berpamor ngulitsemongko.
Pasikutan wingit, wilah gilig ngelimpa,
Lipat tempa spasi rapat, tekstur nyabak,
Menancapnya pamor luluh.
Panjang wilah/pesi: 32cm/ 7cm
Sirah cecaknya kecil, dengan gulu meled panjang,
posisi pesi cenerung di tengah bilah,
kesemua ciri diatas menunjukkan gaya tangguh kulonan/ Pajajaran.
Pada awalnya, dengan melihat bilah yang agak tidak rata,
kami mengira terdapat luk sinandhi (luk yang disamarkan),
tetapi setelah diperhatikan lagi dengan seksama,
ternyata bukan luk sinandhi, melainkan pejetan jari sang eMpu.
Budaya metalurgi leluhur kita mengenal "pejetan jari"
sebagai salah satu teknik QUENCHING/ sepuhan/ pengerasan logam.
Jadi saat logam masih membara merah, langsung dipijat-pijat
dengan jari untuk mengeraskannya.
Teknik sepuhan/ quenching "pejetan jari" ini juga merupakan
signature sang eMpu, sekaligus unjuk kesaktian sang eMpu.
Pusaka masih memakai sandangan dari pemilik sebelumnya,
warangka gayaman Solo.
Tangguh estimasi Pajajaran
Telah berpindah status kepemilikan
*) Brojol bermakna mempermudah terwujudnya sesuatu setelah penantian.
Konon banyak dimiliki dan disenangi bidan karena dipercaya mempermudah persalinan.
Di dalam dunia profesi umum, tentunya bermakna harapan untuk mempermudah terwujudnya rencana & niat baik, seperti contohnya mewujudkan suatu proyek, mencapai target, menyelesaikan thesis, dsb.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)