Pusaka tindih dhapur betok hindu,
dengan ciri khas bilah cenderung tegak tanpa
condhong leleh.
Jika dilihat dari dimensinya
termasuk patrem ( ukuran lebih kecil ).
Pasikutannya dhemes, enak dipandang.
Lipat tempa spasi rapat, tekstur nyabak halus.
Pamor kelengan sawethune.
Besinya kehijauan nelek lencung
( hijau tahi ayam - Jatim ).
Jenis besi seperti ini terkenal tahan korosi,
padat keras, ringan, dan terkesan ulet.
Pada bilah terdapat bercak karbida logam
(iron carbide) berwarna putih seperti untaian
rambut uban.
Bercak carbide ini bukti logamnya termasuk
baja karbon tinggi hasil saduran tradisional.
Bentuknya kecil, tetapi proporsional.
Odho-odhonya mencuat menyudut jelas menyiku.
Odho-odho ini menuju ke bawah menjadi
janur yang seperti lidi.
Sogokannya lebar, mengapit janurnya.
Tepi sogokan bagaikan mecungul.
Gandhiknya rata bilah, tidak menonjol.
Sirah cecaknya kecil dengan gulu meled pendek.
Perut gonjo lebar.
Bagian samping gonjonya cekung indah.
Pesinya persegi.
Panjang wilah/pesi: 16cm /4cm
Pusaka ini sudah diwarangi dan dibuatkan
warangka sandang walikat oleh pengepul/
pemilik sebelumnya.
Tangguh estimasi kabudhan ( Singhasari? Daha-napura/Kadiri? )
Telah berpindah status kepemilikan
(SELALU KLIK FOTO UNTUK MEMPERBESAR/ ZOOM DETAILNYA)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)